Meneladani Persalinan Maryam

Mengacu pada Al Quran QS Maryam: 22-26:
“Maka Maryam pun mengandunglah, lalu dia menyisihkan diri dengan kandungannya ketempat yang jauh (22).

Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar ke pangkal pohon kurma, seraya berkata: Wahai alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini dan jadilah aku seorang yang tak berarti, lagi dilupakan (23).

Maka menyerulah dia (Malaikat Jibril) dari tempat yang rendah; Janganlah kau bersdih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah mendekatkanmu dengan anak sungai (24).

Dan goyanglah pokok pohon kurma itu kearahmu, niscaya pokok kurma itu akan menggugurkan kepadamu kurma yang telah ranum (25).

Maka makanlah dan minumlah dan senangkanlah hatimu. Maka jika engkau melihat ada manusia katakanlah: Sesungguhnya aku tlah bernazar dihadapan Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini(26)”.

Lalu, apa hikmah dari Surat Maryam di atas terkait persalinan?

Continue reading

Advertisements

#PojokIlmuCeria: Suami-Istri

Notulis: Adytya Geuneung

Hari, Tanggal, Waktu: Rabu, 25 Januari 2017, pukul 20.00-22.00 WIB

Narasumber: Bunda Kaska

Prolog💕

Bismillaah

As if we were strangers

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu begitu kau cintai dirasa menjadi biasa saja.

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu begitu kau hargai dirasa menjadi tak berharga dan seolah mudah digantikan oleh orang lain.

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu sangat kau jaga hatinya mendadak kau tak mau tau jika ucapmu menyebabkan sakit di hati.

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu terasa indah dan menyenangkan lantas dirasa memuakkan dan kau malas untuk sekedar memandang wajahnya.

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu dirayu semanis mungkin mendadak ingin kau beri sikap seketus mungkin.

Ada masa dimana…
Mungkin dia yg dulu wajahnya dirasa meneduhkan mendadak bagaikan api yg menyala nyala.

Inilah kisah suami istri.

Yang memang tidak akan selalu indah.

Bertahun tahun hidup dengan orang yg sama, bukan berarti akan lantas menjadi sama.

Perbedaan akan ada.
Dan akan terus ada.

Pertanyaannya.

Apa yg mau dicari?
Perbedaan atau persamaan kah? Continue reading

#PojokIlmuCeria: Pernikahan Bahagia Dunia Akhirat

Notulensi Kulwap #1

Notulis: Intan Chandra Septhidia
Narasumber: Yuria Cleopatra
Tanggal, Waktu: 17 Januari 2016, 20.00-22.00 wib

❤ Materi Prolog:

Pernikahan adalah suatu ikatan yang kuat, yang di dalam al Qur’an disebut sebagai mitsaqan ghaliza. Tujuan pernikahan selain melaksanakan sunnah Rasul antara lain untuk menjaga fitrah, memberikan ketentraman, dan memperbanyak keturunan.

Pernikahan pada dasarnya adalah sarana utama membangun keluarga. Bukan hanya menyatukan dua insan saja. Dengan pernikahan akan terbentuk keluarga2 yang kelak akan bisa berkontribusi untuk kemajuan ummat. Bagaimanapun dunia ini secara praktis dikuasai oleh keluarga-keluarga..siapapun pejabat presiden atau mentrinya, penentu keputusan biasanya ada pada keluarga tertentu yang memiliki banyak aset.

Selain itu, keluarga yang kita harapkan tentunya keluarga yang bahagia di dunia dan berkumpul bersama di dalam jannahNya.

Agar pernikahan bisa mencapai tujuan2 tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan : Continue reading

7 Tips Mendisiplinkan Batita

Kesulitan mendisiplinkan si kecil, Bu? Sudah coba cara-cara di bawah ini? 🙂

1. Daripada sibuk marah dan berkata tidak boleh ini dan itu, fokuslah pada perilaku yang diharapkan.
Kalimat seperti, “Adek bereskan mainan, sekarang ya setelah itu kita tidur.” akan dinilai lebih efektif daripada  marah-marah saat anak tidur atau baru bangun karena mainan berantakan.

2. Memahami dan mengenali penyebab anak berulah.
Jika anak selalu memainkan air dalam dispenser, maka simpanlah dispenser di luar jangkauan anak. Begitu juga dengan hal lainnya yang tidak kita harapkan untuk dimainkan anak. Sebisa mungkin buatlah rumah yang ‘aman’ bagi anak.

3. Konsisten dalam merespon anak.
Menggigit adalah perilaku tidak baik. Jika terjadi, biasanya orang tua menasihatinya dan melarangnya. Namun jika sedang ada tamu, orang tua akan merasa malu dan pada akhirnya menganggap gigitan sebagai gigitan bermain. Akhirnya, anak bingung dan memanfaatkan kondisi tersebut untuk menggigit. Continue reading

Hadiah vs Suap dalam Mendidik Anak

Dalam mendidik dan membesarkan anak, sebagai orang tua kita perlu mengenal bahwa terdapat perbedaan dalam memberikan sesuatu kepada anak. Apakah pemberian itu sebagai hadiah atau suap, orang tua perlu memperhatikan hal tersebut agar tidak terjadi kekeliruan. Pentingnya membedakan hadiah dan suap adalah karena keduanya memberikan kesan yg berbeda pada anak. Oleh karena itu, mari kita pelajari apa saja perbedaan antara pemberian hadiah dan suap kepada anak 😉

Apakah Ibu familiar dengan pernyataan di bawah ini?

“Dek, ibu bilang tidak boleh lempar barang. Kalau tidak lempar barang nanti ibu belikan mainan baru.”
“Dek, berhenti membuang makanan, nanti ibu belikan puding karamel.”
“Dek, tidak teriak-teriak, nanti ibu kasih es krim.”

Itulah yang biasa disebut dengan bribe atau menyuap anak. Saat anak berulah, orang tua segera menyuapnya agar anak kembali menurut. Sekilas hal ini terlihat berhasil dan praktis, ternyata hal ini berbahaya. Continue reading