Notulensi Kulwap Pojok Ilmu Ceria tentang Manajemen Keuangan

📜 Notulensi KulWap PIC #3

💎 Tema : Manajemen Keuangan
📆 Waktu : Selasa, 21 Februari 2017
🕰 Pukul : 09.00-11.00 WIB
🎙 Moderator : Teh Erie
📝 Notulen : Nida

💕 Narasumber : Rian Kuswardani
📲 HP : 08562184006
📩 rkuswardani@gmail.com

💕 Prolog :

Mengapa merencanakan keuangan ini sangat penting? Karena seiring dengan keadaan yg semakin hari semakin berkembang, dmn gaya hidup juga semakin berkembang, biaya hidup jg semakin bervariasi (selalu meningkat signifikan).. Tapi tentunya kita pun harus mengelola semua itu secara cermat dan bijak yaitu pengeluaran (outcome) tidak lebih besar dari pendapatan (income)

Waktu itu saya mendatangi seminar ttg REKENING SIP yg disampailan oleh salah satu financial planner. Apa itu SIP?

Kita semua pasti mempunyai sejumlaha DANA hasil dari bekerja/bisnis/dll… Nah, idealnya dana tersebut jangan kita simpan hanya dalam satu keranjang, lalu bagaimana? Alokasikanlah dana yg kita punya ke Rekening SIP yaitu :
1. Saving
2. Investment
3. Protection

Hal ini saya yakin, di grup ini sudah melakukannya. 😊
Namun secara ideal urutan rekening diatas adalah SAVING, PROTECTION, INVESTMENT sedangkan SIP ini hanya agar kita mudah mengingatnya saja.

Kita kupas sekilas tentang :
1. SAVING
Kita bisa mencari/menempatkan instrument saving pada Tabungan, Deposito, Tabungan Berjangka/Tabungan Pendidikan, dll. Semua hal ini untuk tujuan Jangka Pendek. Makanya jika merencanakan biaya pendidikan anak msk TK/SD/SMP, liburan, dll sebaiknya kita simpan di REKENING SAVING karena sifatnya pasti dan liquid

2. INVESTMENT
Kita bisa mencari/menempatkan instrument investment pada Logam Mulia (LM), Reksa Dana/Saham/Obligasi, Property, dll. Semua hal ini untuk tujuan Jangka Panjang.

3. PROTECTION
Kita bisa menempatkan instrument protection ini pada Insurance/Asuransi. Rekening inilah yg masih banyak orang beranggapan kurang penting. Padahal jika kita lihat prioritas dalam penempatan dana Rekening Protection ini ada di urutan 2 setelah Saving. Kecenderungan orang indonesia itu kesukaanya setelah memiliki Saving langsung berInvestasi. Padahal banyak orang kehilangan tabungan hingga assetnya ketika ada resiko terjadi.

Berdasarkan rekening2 itulah sebaiknya kita tempatkan dana yg kita miliki sesuai dengan tujuan apa yang kita maksud atau tuju.
Satu hal yang perlu diperhatikan, apabila kita memiliki atau membeli asuransi, tujuannya adalah untuk Proteksi jangan kita membeli asuransi tapi tujuannya berinvestasi karena sudah jelas bahwa produk asuransi itu ada pada Rekening Protection bukan Rekening Investasi.

Apabila kita sudah melakukan 3 hal diatas, berarti kita sudah melakukan Perencanaan Keuangan untuk Keluarga atau Diri kita.

Selamat Membuat Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan Kita Semua 🤗

🌟 Sesi Tanya Jawab 🌟

☘ Pertanyaan : (Anonym)
Mengapa saat menikah sy malah tdk bs/ tdk ada power untuk mengatur keuangan dgn bijak
Sy pernh komunikasikan untuk dpt uang bulanan/ harian agar sy bs atur lbh cermat hemat bijak. Uang kluar masuk dr satu pintu saja sblm sy kerja.
Saat sy krja sy lebih bs mngatur krna sy bnr pegang uang/ ada di atm. Dan bs sy alokasikan sesuai sharingan td.Bgmn solusinya ya?

Trus yg di share Itu kan kondisinya tdk ada minus ya dan itu jg yg sy terapkan slagi single. Tp kalo ada hutang (bkn hutang pribadi tp hutang kluarga suami ) itu gmana ya ? Iya sh bkn tanggung jawab sy tp ditagihnya ke saya jd ikut kepikiran wlpn rezeki dr Allah. Outcome perbulan jd besar sdgkn income tdk jelas. Butuh pencerahan banget

🌻 Jawaban :
Sebelumnya sudah brp lama menikah mba? Dan mksdnya skr tidak bekerja, alias suami hanya jd sumber utama pendapatan ya?
Memang mba begitu menikah akan byk hal yg hrs kita adaptasi trmsk masalah keuangan dan tentunya hal ini hrs terus dikomunikasikan dgn pasangan kita. Masalah kebiasaan memegang uang pada saat single ini mgkin yg sedikit menambah pikiran kita. Yg biasa pegang uang, skr tidak.. Hal ini sangat wajar krn sebagai sifat umum manusia adalah tidak mau mengurangi/dikurangi kenikmatan yg biasa terjadi.

Betul mba, kondisi yg saya share adalah kondisi idealnya. Tp jika prakteknya adalah terjadi minus yg misalnya datang dari hutang keluarga, ini yg hrs dikomunikasikan apakan ini menjadi beban sendiri ke mba dan pasangan apa termasuk beban keluarga besar dari suami? Krn apabila hanya menjadi beban untuk mba n suami, mau tidak mau kita yg harus berkorban dengan memangkas byk pengeluaran yg biasa terjadi. Tentunya pengurangan biaya disini hrs seimbang jg dengan tidak mengorbankan kepentingan keluarga sendiri yg penting.

☘ Pertanyaan : (Rani)
mau tanya soal asuransi, ada yg bilang itu haram gmn tanggapannya?

🌻 Jawaban :
Iya betul mba, ada yg beranggapan bahwa asuransi itu haram. Disini sih tergantung keyakinan diri kitanya saja. Tetapi klo menurut saya pribadi, mgkin yg dimaksud haram disini adalah asuransi yg konvensional bukan yg syariah, mengapa? Karena sepengetahuan saya yg dipermasalahkan adalah :
1. Ada pihak yg diuntungkan/dirugikan (Maysir)
2. Sumber dana untuk claim (Gharar)
3. Pengelolaan dananya (Riba)

Secara konsep Asuransi Syariah, untuk hal diatas dpt dijelaskan bahwa :
1. Resiko yg nasabah punya itu sifatnya DIBAGI (Risk Sharing) kepada sesama anggota asuransi syariah, maka dgn begitu tidak ada pihak yg diuntungkan/dirugikan (Maysir)

2. Sumber dana claim berasal dari anggota asuransi syariah itu sendiri, krn dlm konsep syariah adalah TOLONG MENOLONG atau TABARRU. Jadi setiap nasabah asuransi syariah itu menghibahkan sejumlah biaya asuransi (biaya tabarru) untuk digunakan anggota lainnya apabila ada resiko lebih dulu.

3. Pengelolaannya sendiri, untuk syariah dilakukan oleh Jakarta Islamic Index (JII) dmn ddlmnya tidak terdapat perusahaan minuman, rokok, perbankan, dll

Selain itu juga, sy jg pernah mendengar dari Ust Aam Amirudin, Ust Teuku Maulana, Ust Aa Gym bahwa asuransi ini hanya proses penyempurnaan ikhtiar kita saja krn hakikatnya segala sesuatu kita serahkan pada Allah Swt.

☘ Pertanyaan : (Inez)
Bagaimana mengatur penghasilan dan pengeluaran yg ideal?
Berapa persentase yg harus di simpan, digunakan, investasi dsb?
Bagaimana mengatur prioritasnya? Mhn pencerahannya..

🌻 Jawaban :
Menurut konsep manajemen keuangan sendiri cara mengaturnya adalah :
1. Saving
10% hrs lgs kita sisihkan ke dlm tabungan untuk emergency fund. Targetnya adalah 3 s.d 6 kali dari pengeluaran/pendapatan kita setiap bulannya. Tempatkan dana ini di rekening tabungan krn sifatnya rekening tabungan ini liquid yg artinya mudah dicairkan kpn saja dan secara nilai tetap. Apabila dana tsb telah tercapai maka alihkan penempatannya pada instrumen yg agak sedikit sulit untuk dicairkan.

2. Proteksi/Investasi
10% kedua lgs kita sisihkan untuk asuransi, investasi (LM, Obligasi, Reksa Dana atau Property sekalian jika dana mencukupi)

3. Loan (Pinjaman Bank)
Maks 30% untuk porsi ini, jika berlebih maka akan krg baik untuk keuangan kita kedepannya. Loan disini mksdnya seperti KPR, KPM, dll. Saran jg, jika kita ambil KPR, carilah bunga fix yg paling lama yg dtawarkan bank.

4. Lifestyle/Pengeluaran Bulanan
Nah biaya bulanan ini yg sebisa mgkin kt tekan agar tidak melebihi 50% dimana persentase ini adalah sisa dari alokasi sebelumnya.
Jadi untuk prioritasnya sendiri seperti urutan diatas dmn Saving, Proteksi kemudian jika masih ada sisa barulah berinvestasi

☘ Pertanyaan : (Alifah)
Jika melihat pengantar dr kakak,, ada saving-investastment-protection,, lalu dimana dana utk kebutuhan sehari2.??
Teknisnya,, bagaimana mengelola keuangan dengan dana yg terbatas..bagaimana caranya?

🌻 Jawaban :
Untuk jawabannya krg lebih sama dgn jawaban pada pertanyaan mba Inez tadi.
Kebutuhan sehari2 ada di porsi yg 50% tadi, dmn sebisa mungkin bahwa kebutuhan sehari2 itu kita sesuaikan dari porsi sisa yg sebelumnya saya share.
Untuk teknis mengelola dana yg terbatas, sebaiknya yg utama untuk porsi saving hrs ttp kita anggarkan meskipun secara presentase tdk sesuai dgn ideal (10%). Karena jika melihat umumnya, apabila kita akan menyisihkan dari sisa uang bulanan kita, kemungkinan besar tidak akan ada sisa… Jd uang bulanan selalu habis tidak bersisa. Hal ini jg seperti yg biasa kita terapkan ths zakat, lgs sisihkan dari pendapatan yg kita terima meskipun secara aturan dari sisa atau dana lebih setiap bulannya.

☘ Pertanyaan : (Nadia)
kalo misal mau nyoba bisnis gt usaha kecil2an, ngalokasiin utk modalnya gmn ya baiknya dari proporsi td?apa termasuk ke yg investment? trs bisnis itu ada ukurannya/jangka waktu yg bisa kita pake ga buat memutuskan bisnisnya bsa dlanjutkan ato shut down aja. krna kadang saat mulai usaha itu ga selalu lgsg bagus penjualannya. mohon masukannya 😁

🌻 Jawaban :
Untuk mencoba bisnis kecil2an dgn artian bukan sumber utama… Bisa kita alokasikan dari porsi investasi kita..
Nah untuk jangka waktu sebetulnya tergantung bisnisnya, bervariasi jg… Tp idealnya kt review berkala (misal 6 blnan), apabila penjualan krg rame atau tdk berkembang maka kt harus lihat apakah lokasi yg tidak pas, pasar yg tidak tepat atau apa. Hal inilah yg bs kita gunakan acuan untuk kelanjutan usaha kita..

☘ Pertanyaan : (Dwi)
Berapa persen alokasi2 di tiap keranjang SIP?

🌻 Jawaban :
Kurang lebih jawabannya hampir sama dengan jawaban pada pertanyaan mba inez..
Idealnya di angka 10% di setiap rekening tersebut.. Dgn asumsi ada 30% untuk alokasi loan (cicilan rumah atau mobil) dan kebutuhan bulanan 50%

☘ Pertanyaan : (Dian)
Terkait dana proteksi, adakah rekomendasi tmpt yg tdk mengandung riba?

Jawaban :
Bersedekah yg banyak mba, insya allah hal ini akan mendapatkan jaminan dari Allah.. 😊

Tp jika melihat dari produk atau instrumen yg ada, pilihlah asuransi yg berbasis syariah (maaf, bukan krn saya ada di asuransi syariah).. Tp berdasarkan konsep yg saya share di pertanyaan mengenai asuransi haram tadi ya mba. Karena jika kita berbicara riba, luas cakupannya termasuk juga sistem ekonomi di negara kita. Jd setidaknya apabila ada sesuatu yg berbasis syariah, mgkin ada usaha lebih ke arah yg lbh baik.

☘ Pertanyaan : Restu
Bagaimana menempatkan instrumen proteksi selain dengan asuransi? aset apa saja kah yang perlu dimasukkan dalam proteksi?

🌻 Jawaban :
Jika dilihat dari konsep perencanaan keuangan, Instrumen Proteksi ini hanya melalui Asuransi, baik itu asuransi umum atau asuransi jiwa. Selain tentunya yg paling utama adalah melalui Allah ya mba… 😊
Asset apa saja yg perlu dilindungi? Tentunya asset yg plg berharga itu adalah diri kita sendiri, krn jika diri kita terjadi sesuatu (musibah) maka otomatis tdk akan muncul asset2 lainnya. Tetapi secara umum asset spt rumah, kendaraan, dll perlu dilakukan proteksi.

☘ Pertanyaan : (Nadia)
selain asuransi, adakah bentuk proteksi lainnya?bagaimana proporsi SIP dgn kebutuhan konsumsi?saya masih sering “kecolongan” dgn pengeluaran2 yg ga terduga nih.

🌻 Jawaban :
Untuk ‘biaya tak terduga’ ini saya aga curiga yaa… Hehe… Mksdnya mgkin ada keinginan ya bukan krn kebutuhan?memang godaan yg berat itu mba… 😬… Oleh krn itu mba, begitu di awal dpt income, maka hal pertama lgs transfer untuk zakat, tabungan, proteksi/investasi.. Sehingga dana tersisa adalah untuk kebutuhan bulanan dan lifestyle (ngafe, shopping, dll)

☘ Pertanyaan : (Nurul)
1.untuk hal asuransi, jenis asuransi apa yang wajib kita miliki karena sekarang banyak jenis asuransi yang ada?
2.untuk pendidikan anak baiknya kita masuk dalam asuransi atau hanya sekedar tabungan berjangka?
3.sejak kapan kita sebaiknya berinvestasi?

🌻 Jawaban :
Betul mba nurul.. Kita harus bijak n cermat jg dalam pemilihan asuransi, krn hampir 90% dari nasabah pemilik polis, mereka tidak paham isi polis yg mrk ambil.. Yg diingat hanya premi yg dikeluarkan tiap bulannya.

1. Jenis asuransi yg sebaiknya dimililiki adalah custom dgn artian semua tergantung kebutuhan dari setiap calon nasabah dilihat dari profesi,jenis pekerjaan,dll. Misal : Jika kita sbg karyawan yg sudah dpt coveran kesehatan rumah sakit, dll maka pilihan hanya mengambil asuransi jiwa dan sakit kritis akan lbh tepat. Nah nti muncul, brp sih idealnya kita punya pengcoveran jiwa, semua bergantung ke biaya hidup yg biasa kita keluarkan.

2. Untuk pendidikan anak sebaiknya tetap kita bagi jg melalui tabungan berjangka atau investasi (reksa dana) sekalian. Perlu diingat jg, pendidikan disini untuk rencana anak masuk jenjang mana? SD, SMP (Jk. Pdk) atau kuliah (Jk Pjg). Satu kelebihan bila kita melalui asuransi yaitu ada manfaat pembebasan premi jika orang tua mengalami 3 resiko (meninggal, cacat total tetap, sakit kritis)

3. Sebisa mungkin sejak dini, selama porsi saving (3 sd 6x dari biaya hidup) sdh terpenuhi yaa…

☘ Pertanyaan : (Tri)
Saya mau nanya tentang KPR rumah , apa itu haram ?
Kalau minjem uang di Bank gimana hukumnya? Soalnya bila ada keperluan lebih saya suka minjem ke Bank daripada koperasi yang sekitar rumah bunga nya lebih gede

🌻 Jawaban :
Waduh pertanyaannya lbh berkaitan ttg tauhid yaa…
Saya jawab sesuai yg saya yau aja ya mba… Berkaitan dgn halal haram memang selalu menjadi perdebetan krn ujung2nya terkait dengan ribanya…
Balik lg mba.. Sepengetahuan saya ketika saya ikut di suatu taklim, dmn penceramah menyebutkan bahwa yg namanya bank beserta produknya itu telah diatur oleh pemerintah dan juga MUI dimana setiap penetapan bunga adalah ada andil dua elemen tersebut. Sedangkan yg dikatakan riba adalah menguangkan uang, dmn hal tsb terjadi pada tengkulak/rentenir, dimana penentuan bunga dilakukan seenaknya.
Lebih luas lagi, seperti tadi mengenai sistem ekonomi di indonesia ini.
Apakah bank syariah lbh baik? Minimal ada yg bergerak kearah yg lbh syar’i. Jadi bila ada yg syariah akan lbh tenang sepertinya mba dalam memilihnya

☘ Pertanyaan : (Kania)
Mau bertanya, kalau idealnya perbandingan antara belanja bulanan, saving, protection, sm invesment itu berapa berapa dari total pendapatan?
Kalau pendapat kang rian sedekah berarti dimasukkan ke belanja bulanan atau invesment?

🌻 Jawaban :
Proporsinya seperti yg sdh saya jelaskan sebelumnya yaa 10% Saving, 10-20% protection n Investment, 30% loan/pinjaman.. Sisanya 50% untuk kebutuhan bulanan

Klo untuk sedekah lebih baiknya jadikan sbg saving mksdnya anggarkan diawal (berapa pun jumlahnya), krn itu tabungan masa depan yg sesungguhnya, siap mba? 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s