Meneladani Persalinan Maryam

Mengacu pada Al Quran QS Maryam: 22-26:
“Maka Maryam pun mengandunglah, lalu dia menyisihkan diri dengan kandungannya ketempat yang jauh (22).

Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya bersandar ke pangkal pohon kurma, seraya berkata: Wahai alangkah baiknya jika aku mati sebelum ini dan jadilah aku seorang yang tak berarti, lagi dilupakan (23).

Maka menyerulah dia (Malaikat Jibril) dari tempat yang rendah; Janganlah kau bersdih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah mendekatkanmu dengan anak sungai (24).

Dan goyanglah pokok pohon kurma itu kearahmu, niscaya pokok kurma itu akan menggugurkan kepadamu kurma yang telah ranum (25).

Maka makanlah dan minumlah dan senangkanlah hatimu. Maka jika engkau melihat ada manusia katakanlah: Sesungguhnya aku tlah bernazar dihadapan Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini(26)”.

Lalu, apa hikmah dari Surat Maryam di atas terkait persalinan?

IMG_20170207_075715.jpg

Courtesy: dehacare.com

QS 19:22

Terkait Kehamilan, Menjaga diri dan Janin

Seorang ibu harus mengkondisikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk dirinya dan janin, memberikan yang terbaik baik dari segi asupan dan lingkungan.

QS.19:23

Terkait Persalinan, Rasa sakit, Syukur, dan Posisi

Rasa sakit dalam persalinan adalah fitrah setiap perempuan. Oleh karena itu, syukurilah rasa sakit itu karena ia mendatangkan manfaat. Rasa sakit itu memicu dilepaskannya hormon-hormon yang bermanfaat dalam proses kelahiran untuk mengurangi rasa cemas dan takut, menstabilkan tekanan darah ibu, mengatasi rasa nyeri, dan menyehatkan fungsi pencernaan yang akan sangat berpengaruh pada produksi ASI. Ibu yang akan melahirkan boleh memilih posisi yang senyaman mungkin untuknya dan untuk pendamping persalinannya.

QS.19:24

Terkait Pendamping Persalinan, Tempat Rendah, dan Kabar Baik

Seorang pendamping persalinan (suami, bidan, dokter) berada ditempat yang lebih rendah dari ibu untuk menolong janin yang akan lahir, menggunakan suara yang rendah sehingga dapat diterima oleh ibu, dan memberikan kabar baik untuk menjaga psikologi ibu.

QS.19:25

Terkait Proses Persalinan, Keyakinan Sempurna, dan Kurma

Yakinlah bahwa Allah akan menolong kita! Untuk menambah tenaga, kita bisa mengonsumsi kurma karena menurut penelitian secara ilmiah kurma memiliki kandungan yang mencukupi untuk ibu hamil serta membantu menstabilkan kondisi ibu saat melahirkan dan setelah melahirkan

QS.19:26

Terkait Masa Nifas, Makan-Minum, dan Kurangi Bicara

Setelah melahirkan, ibu dianjurkan untuk segera makan dan minum untuk mengembalikan tenaga yang telah hilang dan mengurangi bicara serta memperbanyak dzikir kepada Allah.

*****

Adapun hal lain yang harus diperhatikan ibu hamil adalah:

  1. Niat bersungguh-sungguh karena Allah;
  2. Mencari tempat dan lingkungan yang mendukung;
  3. Bersyukur dengan menjaga diri dan aurat;
  4. Memperbanyak amal ibadah, ibadah wajib dan ditambah sunah sebanyak mungkin;
  5. Sedekah;
  6. Memperbaiki pola makan dengan memakan makanan terbaik, halal, dan thoyib. Nutrisi sunnah: Kurma (7 butir kurma sebaiknya dikonsumsi saat dhuha sesuai sunnah nabi), Zaitun (2 sendok zaitun sebaiknya dikonsumsi setelah ashar), Delima, Pisang, Madu, dan Anggur.
  7. Terus bergerak, berkarya, dan berprestasi;
  8. Dukungan keluarga, doa ibu; dan patuh orang tua;
  9. Membaca Al-Quran dengan tidak memilih surat tertentu;
  10. Menjaga kesehatan tubuh melalui kegiatan fisik seperti berjalan, melakukan pekerjaan rumah tangga;
  11. Menenangkan pikiran dengan membaca, menulis, bertukar pikiran atau rekreasi;
  12. Berkumpul dengan orang berilmu dan meminta nasihatnya;
  13. Rencanakan tempat, penolong  dan inform corncern;
    Peran Keluarga: Suami, yaitu menyiapkan perlengkapan persalinan seperti baju, surat menyurat, dan barang pribadi. Penolong Persalinan: Dokter atau Bidan.

Ingat selalu selama persalinan :
● Berbaik sangka
●Tetap bergerak / mobilisasi
● Makan minum: Kurma, zaitun
● BAB BAK
● Pijatan
●Motivasi

*****

Faktor yang mempengaruhi persalinan:

4 P

Power, Psyche, Passageway, Passanger

  1. Power melalui nutrisi kurma 7 butir, doa orang tua, dan suami;
  2. Psyche;
  3. Passageway melalui sholat awal waktu, memperlama sujud, dan tilawah;
  4. Pasanger, perhatikan makanan, perhatikan adab makan.

“Makanlah yang halal lagi baik bagi rezeki yang telah di berikan Alloh kepadamu; dan syukurilah nikma allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. Al-Nahl: 114) .

“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena setan makan menggunakan tangan kiri.” (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

Sumber: Bidan Mugi Rahayu, Yogyakarta

Advertisements

One comment

  1. Pingback: Senam Hamil dan Hikmah Gerakan Sholat « Komunitas Ceria


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s