#PojokIlmuCeria: Pernikahan Bahagia Dunia Akhirat

Notulensi Kulwap #1

Notulis: Intan Chandra Septhidia
Narasumber: Yuria Cleopatra
Tanggal, Waktu: 17 Januari 2016, 20.00-22.00 wib

❤ Materi Prolog:

Pernikahan adalah suatu ikatan yang kuat, yang di dalam al Qur’an disebut sebagai mitsaqan ghaliza. Tujuan pernikahan selain melaksanakan sunnah Rasul antara lain untuk menjaga fitrah, memberikan ketentraman, dan memperbanyak keturunan.

Pernikahan pada dasarnya adalah sarana utama membangun keluarga. Bukan hanya menyatukan dua insan saja. Dengan pernikahan akan terbentuk keluarga2 yang kelak akan bisa berkontribusi untuk kemajuan ummat. Bagaimanapun dunia ini secara praktis dikuasai oleh keluarga-keluarga..siapapun pejabat presiden atau mentrinya, penentu keputusan biasanya ada pada keluarga tertentu yang memiliki banyak aset.

Selain itu, keluarga yang kita harapkan tentunya keluarga yang bahagia di dunia dan berkumpul bersama di dalam jannahNya.

Agar pernikahan bisa mencapai tujuan2 tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Jadikan pernikahan sebagai sarana ibadah, untuk mendekatkan diri kepada Allah. Pernikahan yang membuat kita menjadi jauh dengan ajaran Allah perlu dievaluasi. Pernikahan yang terlalu berorientasi duniawi bisa menimbulkan banyak masalah di kemudian hari.

2. Ciptakan visi keluarga yang bisa berkontribusi pada peradaban, bukan sekedar keluarga biasa yang terombang-ambing zaman. Pernikahan yang berhasil adalah pernikahan yang mampu mengembangkan dan mengoptimalkan potensi masing-masing anggota keluarganya.

3. Pelajari dengan sempurna hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga sesuai ajaran Islam. Overlapping atau saling melalaikan kewajiban bisa menyebabkan pertikaian yang membuat tujuan pernikahan sulit dicapai.

4. Ciptakan kekompakan dan keharmonisan keluarga melalui diskusi dan komunikasi yang baik dan lancar. Komunikasi perlu diperhatikan secara serius, jangan sampai terjadi miskomunikasi antar anggota keluarga. Biasakan ada rapat/diskusi keluarga untuk membahas evaluasi capaian yang telah lalu dan yang hendak dicapai untuk masing-masing anggota keluarga.

5. Hendaknya setiap anggota keluarga saling menghormati, saling memahami, saling membantu agar terbentuk keluarga yang penuh sinergi.

6. Saling menguatkan dalam keimanan dan ibadah antar anggota keluarga agar nuansa ukhrawi senantiasa terjaga pada jiwa setiap anggota keluarga.

~Q&A~

Pertanyaan #1
Sy mau tanya tentang cara mengkomunikasikan emosi negatif kita ke suami secara positif Biar dpt win win solution?
— jawaban: mengkomunikasikan emosi negatif secara positif itu gimana ya? Hehe..kalau bisa secara positif, emosi negatifnya mungkin sudah hilang 😁 Yang jelas istri harus taat pada suami, bisa menyenangkan dan menentramkan suami. Jadi harus berlatih mengelola emosi.
— tanggapan: maksudnya kalo kita ga suka sm kebiasaan jelek suami yg udh dibilangin tp diulang2 terus.
Kalo saya diemin jadinya malah sebel sendiri, jadi suka ga sadar kalo cemberut ke suami.

Pertanyaan #2
Mau nanya, untuk poin ke-4 mengenai keharmonisan dan kekompakan. Berapa kalikah kita perlu mengadakan rapat/diskusi dlm 1 bulan?
— jawaban: kalau di keluarga saya rapat keluarga diadakan setiap pekan. Mungkin bisa dicoba dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga.

Pertanyaan #3
Saya mau menanyakan bagaimana menciptakan visi keluarga yang berkontribusi pada peradaban? Tolong berikan contohnya ya mba..
— jawaban: untuk membentuk visi keluarga, bisa dicoba duduk bersama keluarga. Adakan semacam brain storming mengenai keluarga ideal yang ingin dicapai dalam beberapa tahun mendatang. Seperti apa?
Lalu dibuat visi bersama yang paling mewakili seluruh anggota keluarga.
Setelahnya dibuat program yang mendukung tercapainya visi misi tsb.
Misalnya, jika kita punya visi keluarga penghapal al Qur’an, didiskusikan dahulu dalam berapa tahun visi itu bisa dicapai. Bagaimana cara mencapainya. Lalu dibuat program detil agar dapat dilaksanakan tahunan, bulanan, mingguan dan harian
— tanggapan: apa perlu dalam proses menjalani visi tu jika ternyata ada anggota kluarga yg lalai diadakan sanksi?

Pertanyaan #4
Untuk poin no. 3,sejauh apa suami istri boleh saling bertukar peran. Misal, istrinya ga jago masak trs suami dgn sukarela memasak. Hal2 seperti itu bgaimana? Atau suami freelance dibanding istrinya yg kerja kantoran, suami lebih banyak di rumah bersama anak ketimbang istri. Bagaimana pandangan teteh? Ato saat istri harus menunaikan kewajibannya “melayani” suami, tp kondisinya sdg krg memungkinkan, misal ga dpt mood-nya krna ada sedang ada beban pikiran, dosakah jika suami yg trnyata lebih memahami kondisi istri?
— jawaban: mengenai peran suami dan istri, tentunya bingkainya adalah syariah ya. Di luar itu bisa bebas saja. Di dalam Islam suami berkewajiban menafkahi keluarganya. Mau bekerja keras atau santai, atau tidak bekerja juga tidak apa-apa, selama kebutuhan nafkah keluarga bisa dipenuhi. Suami bisa banyak bersama anak ya alhamdulillah.
Suami memasak juga tidak masalah, memang kewajibannya menyediakan makanan untuk keluarga.
Istri juga wajib memenuhi kebutuhan suami. Jika sampai membuat suami terganggu apalagi sampai berbuat dosa na’udzubillah, tentunya si istri berdosa. Suami ‘memahami’ itu kan menurut istri, sementara dalamnya seperti apa kita tidak tahu. Yang jelas, banyaknya kerusakan rumah tangga saat ini di antaranya akibat tidak terpenuhinya hak-hak suami dan istri.

Diskusi di Pojok Ilmu Ceria berlangsung dalam diskusi bebas selama 1×24 jam.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang pernikahan? Ingin ikut bergabung dalam sesi diskusi bersama narasumber yang ahli di bidangnya?

Subscribe blog kami, ikuti kami di IG @ceritaibuanakid, dan Fan Page Ceria (Cerita Ibu Anak)! ⭐

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s